Alipay vs Wechat Pay

   Sejak lahirnya FinTech pertama kali pada tahun 2014, 5 dari 10 perusahaan FinTech terbaik di dunia berasal dari China dan Ant Financial sebagai perusahaan internet pribadi mengalami kenaikan sebesar USD 4.5 Milyar pada tahun 2016. Investor-investor China dan asing berhasil menyumbang sebesar USD 14 Milyar untuk Ant Financial dan mereka merencanakan untuk mengalokasikan uang tersebut pada ekspansi global serta mengembangkan dan memperbaharui teknologi.  Salah satu tujuan Ant Financial untuk melakukan Initial Public Offering (IPO), maka mereka menargetkan pencapaian nilai bisnis dari investor sebesar USD 150 Milyar.

   Alibaba (BABA) yang ditemukan oleh Jack Ma melakukan IPO pada tahun 2014 di New York Stock Exchange senilai USD 168 Milyar dan tercatat sebagai debut terbesar sepanjang sejarah IPO. Ant Financial ini diinduki oleh Alibaba sebagai parent company mereka. Sebesar USD 445 Milyar sudah dikantongi Alibaba saat ini dan Alipay merupakan platform yang sering dipakai dibawah naungan Alibaba. Tencent’s (TCEHY) dengan platform yang sering digunakan adalah Wechat Pay merupakan pesaing terkuat Ant Financial dan Wechat Pay sendiri sudah digunakan oleh ratusan juta Chinese shoppers.

   Mobile payment apps yang merupakan salah satu fitur dari Alipay dan Wechat Pay dapat memudahkan transaksi jual beli secara langsung dan tidak langsung dan juga dapat membeli segala jenis barang dari elektronik hingga street food. Hal ini sudah menjadi sangat lazim untuk penduduk China dan juga orang asing di China. Mempunyai sistem pembayaran yang sama, namun kedua aplikasi ini memiliki intensitas penggunaan aplikasi yang sedikit berbeda. Alipay biasanya digunakan untuk pembelian online (online shop) seperti Tmall dan Taobao, sedangkan aplikasi media sosial sehari-hari untuk komunikasi dua arah yang digunakan di China adalah Wechat dan Wechat mempunyai fitur mobile payment yang dikenal dengan Wechat Pay.

   Alipay menyediakan fitur chat antar kontak, tapi hampir seluruh orang di China, Chinese  dan foreigner menggunakan Wechat sebagai alat komunikasi sehari-hari. Sedangkan, online shop yang ada hanya dapat dibayar melalui Alipay. Kesamaan yang dimiliki oleh kedua aplikasi ini adalah Peer to Peer lending/transfer (P2P) yang sering digunakan sesama teman dan pembelian online tiket pesawat, kereta, pulsa, Didi Chuxing (Grab/Gojek di China) dan banyak fitur lainnya yang tersedia di masing-masing aplikasi. Pada kehidupan sehari-harinya, biasanya pelaku bisnis menyediakan dua barcode yaitu barcode Alipay dan Wechat Pay jadi pelanggan tinggal memilih antara aplikasi mana yang ingin mereka gunakan. Alipay dan Wechat Pay bersaing satu sama lain dan semakin ketat. Terlebih lagi, mudahnya penggunaan mobile payment ini membuat seluruh pengguna aplikasi tidak perlu membawa dompet lagi. Kapan ya Indonesia bisa ikutan Cashless yang terpusat seperti China?

-SAHH

*sumber:

  1. David Lee Kuo Chen & Linda Low, Buku Inclusive Fintech
  2. CNN Business

Dituliskan dan ditambahkan kembali oleh Shinta Amalina Hazrati Havidz, Ph.D berdasarkan pengalamannya selama melanjutkan studi S2 dan S3 di Wuhan, China