Pengetatan Moneter Global

Kebijakan pengetatan terjadi ketika bank sentral menaikkan suku bunga. Kebijakan ini sering juga disebut dengan contractionary monetary policy. Ketika suatu ekonomi atau negara terlalu banyak melakukan spending dan borrowing olah konsumen maupun bisnis, ekonomi dapat menjadi overheated sehingga bisa mengakibatkan kenaikan tingkat harga barang dan jasa.

Ketika bank sentral menaikkan suku bunga diharapkan terjadi pengurangan jumlah uang beredar, dimana jumalah uang beredar merupakan faktor penting yang dapat menekan inflasi. Kebijakan pengetatan moneter biasanya dipilih ketika inflasi berada di atas target inflasi. Contohnya pada awal 1980-an, pemerintah Amerika Serikat menaikkan suku bunga sebagai respons terhadap inflasi yang lebih tinggi.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi permintaan agregat, hal ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu:

  1. Borrowing menjadi lebih mahal
  2. Saving menjadi pilihan yang menarik
  3. Pengurangan pendapatan disposabel.
  4. Nilai tukar cenderung terapreasiasi

(CA)