Pada 28 Februari 2026, Finance Program BINUS University menghadirkan seminar yang membahas secara mendalam dunia Investment Banking, khususnya proses Merger & Acquisition (M&A). Seminar ini menghadirkan Catherine, AVP dari CIMB Sekuritas, yang membagikan pengalaman langsungnya dalam menangani transaksi korporasi bernilai besar.

Dalam pemaparannya, Catherine menjelaskan bahwa peran Investment Bank dalam transaksi M&A, khususnya di sisi sell-side, jauh lebih kompleks daripada sekadar “menjual perusahaan”. Proses dimulai dari tahap pre-assessment, di mana advisor menganalisis apakah transaksi tersebut layak dilakukan, bagaimana positioning perusahaan, serta siapa saja calon pembeli potensial yang mungkin tertarik. Advisor akan menyusun daftar target buyer, membuat laporan analisis, dan mulai membangun narasi strategis mengenai nilai perusahaan.

Tahap berikutnya adalah due diligence dan valuation. Di sini, detail menjadi sangat krusial. Investment Bank akan menelaah kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruhmulai dari struktur utang, kualitas aset, hingga potensi risiko tersembunyi seperti piutang lama yang belum tertagih. Jika terdapat komponen yang diragukan kualitasnya, penyesuaian dalam valuasi dapat dilakukan. Catherine menekankan bahwa tugas advisor adalah menentukan angka transaksi yang “make sense” dan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.

Setelah itu, proses masuk ke tahap bid dan negotiation. Pada fase ini, diskusi tidak hanya berfokus pada harga, tetapi juga pada berbagai terms and conditions, termasuk jaminan data, representasi, dan potensi garansi dalam jangka waktu tertentu. Dalam transaksi perusahaan publik, regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan memiliki peran penting dalam memastikan transparansi dan perlindungan bagi investor publik. Setiap transaksi material wajib diungkapkan secara terbuka.

Tahap akhir adalah closing, yang melibatkan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk law firm, auditor, konsultan komersial seperti Boston Consulting Group dan McKinsey & Company, hingga technical consultant apabila transaksi melibatkan sektor spesifik seperti pertambangan atau infrastruktur. Baik pihak penjual maupun pembeli biasanya memiliki advisor masing-masing, sehingga Investment Bank harus mampu mengorkestrasi seluruh proses secara terstruktur dan presisi.

Dalam aspek valuasi, Catherine menjelaskan tiga metode utama yang umum digunakan dalam M&A. Pertama, Discounted Cash Flow (DCF), yang mengandalkan proyeksi arus kas masa depan berbasis data historis dan asumsi strategis. Baik FCFF maupun FCFE dapat digunakan, tergantung pada pendekatan yang dipilih. Namun, ia menekankan bahwa dalam praktik, angka proyeksi sangat dipengaruhi oleh asumsi dan narasi bisnis ke depan, “numbers can be made, as long as there is a story.” Metode kedua adalah Comparable Companies Multiples, yaitu membandingkan perusahaan dengan entitas sejenis yang telah tercatat di bursa agar datanya lebih reliabel. Pemilihan multiple sangat bergantung pada karakter industri, misalnya EV/EBITDA untuk banyak sektor, EV/Reserves untuk pertambangan, EV/Bed untuk rumah sakit, atau rasio berbasis AUM untuk asset management. Metode ketiga adalah Precedent Transactions, yang melihat transaksi serupa di masa lalu untuk menilai apakah harga yang dinegosiasikan tergolong murah atau mahal dibandingkan deal sebelumnya.

Melalui seminar ini, mahasiswa mendapatkan gambaran nyata bahwa dunia Investment Banking tidak hanya tentang perhitungan angka, tetapi juga tentang strategi, negosiasi, koordinasi lintas pihak, serta kemampuan membangun narasi bisnis yang kredibel. Diskusi yang berlangsung interaktif membuka wawasan mahasiswa mengenai kompleksitas transaksi korporasi dan kompetensi yang dibutuhkan untuk berkarier di bidang ini.

Seminar ini menjadi bukti komitmen Finance Program BINUS dalam menghadirkan pembelajaran yang terintegrasi antara teori dan praktik, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep Corporate Finance dan Valuation di kelas, tetapi juga mampu melihat bagaimana konsep tersebut diaplikasikan dalam transaksi nyata di industri.