Relative Stock Valuation
Dalam proses menilai suatu perusahaan, terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan seorang analis. Salah satu metode yang cukup umum digunakan adalah relative valuation. Metode ini dilakukan dengan membandingkan nilai keuangan suatu perusahaan dengan dengan perusahaan – perusahaan sejenis lainnya. Dengan membandingkan valuasi suatu perusahaan dengan perusahaan – perusahaan sejenis lainnya, seorang analis dapat menilai apakah suatu perusahaan dinilai terlalu tinggi, rendah, atau wajar.
Pondasi dari relative valuation adalah sebuah anggapan bahwa perusahaan – perusahaan serupa seharusnya juga diperjualbelikan dengan valuasi yang serupa. Sebagai contoh, jika suatu perusahaan diperdagangkan dengan 10x price-to-earnings sedangkan perusahaan lain yang serupa diperdagangkan dengan 20x price-to-earnings, bisa dikatakan bahwa perusahaan tersebut dinilai terlalu rendah.
Ada beberapa metrik yang digunakan dalam relative valuation, beberapa yang paling umum seperti:
- Price-to-earning
- Enterprise value
- Return on Equity
Price-to-earning dihitung dengan membagi kapitalisasi pasar dengan laba sebuah perusahaan. Rasio ini menunjukkan berapa rupiah yang harus dibayarkan investor untuk setiap rupiah laba suatu perusahaan. Sebagai contoh, jika kapitalisasi pasar suatu perusahaan adalah 500 miliar rupiah, dan laba nya adalah 25 miliar rupiah, maka bisa dikatakan bahwa rasio price-to-earning nya adalah 20.
Selanjutnya adalah enterprise value. Secara sederhana, Enterprise Value = Kapitalisasi pasar + hutang – kas. Sebuah perusahaan dengan hutang yang tinggi, akan memiliki enterprise value yang tinggi. Ini penting karena jika sebuah perusahaan memiliki kapitalisasi pasar sebesar $2.000 dan laba $200, maka rasio price-to-earning nya adalah 10. Namun, jika perusahaan tersebut memiliki net hutang sebesar $1.000, maka rasio price-to-earning nya yang sudah disesuaikan berdasarkan enterprise value (EV/E) adalah 15.
Terakhir adalah return on equity. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba menggunakan setiap modal dari pemegang saham. Sebuah perusahaan dengan ROE 40% akan lebih menarik daripada perusahaan dengan ROE 30%. Namun, jika perusahaan dengan ROE yang lebih tinggi memiliki rasio utang yang tinggi sedangkan perusahaan dengan ROE 30% bebas hutang, maka perusahaan tersebut bisa saja menjadi lebih menarik
Layaknya seperti alat valuasi lainnya, relative valuation juga memiliki batasan. Salah satu batasan terbesarnya adalah asumsi bahwa pasar akan memvaluasi suatu perusahaan dengan benar. Pada saat COVID-19 contohnya, mau P/E sudah dibawah rata – rata pun, harga masih bisa terus turun tanpa dasar. Terakhir, relative valuation didasarkan pada performa masa lalu. Persepsi investor tentang kinerja masa depan sangat mempengaruhi harga saham, sedangkan relative valuation tidak memperhitungkan pertumbuhan.
Reference:
https://www.investopedia.com/terms/r/relative-valuation-model.asp
https://www.investopedia.com/articles/stocks/11/relative-valuation-stocks-valuing-stocks.asp
Comments :